Episode 28: Indonesian Logic.
Salah satunya adalah: Pembagian kondom gratis = mendukung seks bebas.
Cerdas.
Who taught these these people to be so stupid?
Oh right. It’s part of the “adat timur”.
Ngok.
Di link berita itu, jelas yang ditulis (sebagai alasan utama) adalah:
Nafsiah further explained that free condoms would only be distributed among the “high-risk” poor, saying the government would not let them contract sexually transmitted diseases, including HIV/AIDS, just because they could not afford condoms.
Trus, kenapa itu bisa jadi dianggap mendukung seks bebas?
Temen saya yang kebetulan kerja sebagai seorang radiologist di sebuah rumah sakit di Perth kemaren pernah cerita kalau rumah sakitnya ngebuka satu “pos” di salah satu daerah lokalisasi yang gak jauh dari rumah sakit. Setiap hari ada 2-3 orang yang jaga disana dan siap memberikan informasi soal STD atau sekedar ngobrol soal birth control pills dan ngasih kondom gratis. Karena mereka sadar, daerah itu dan orang - orang yang tinggal disana nggak bisa disuruh berhenti untuk have sex - selain karena itu lokalisasi ya urusan mereka juga sih mau have sex atau nggak, ngapain juga dilarang? - pendekatan yang memaksa, apalagi memojokkan, itu nggak akan ngebuat keadaan jadi lebih baik.
Pihak rumah sakit (tempat teman saya bekerja itu) berfikir,”If you can’t make them stop (doing unsafe/unprotected sex), we could at least help them so they’d be aware”.
Ya terus kenapa kalo anak-anak remaja itu mau dikasih kondom gratis?
I mean, who are we kidding here?
9 out of 10 teenagers nowadays are already familiar with sex, amirite?
Let’s say you can stop 3 out of those 9. Trus yang 6 lagi, gimana?
You can’t stop them so you’re just going to let them have unprotected sex?
Trus, ntar kalo hamil - entah bayinya dipertahankan atau memutuskan untuk aborsi - disidang rame-rame karena situ merasa paling bener dan suci?
What kind of method is that?
Really.
Trus kalo mereka akhirnya kena AIDS, mau ngomong apa lo semua?
Mau nyalahin anaknya juga? Ngebantu gitu?
AIDS-nya langsung sembuh gitu?
Protes dana 25 milyar itu kebanyakan?
Bitch, please.
Itu dana buat gedung DPR lo berapa emangnya?
Buat ngebayarin monyet-monyet DPR itu jalan-jalan studi banding (yearite) sekeluarga ke luar negeri, berapa emangnya?
Itu hasil korupsi departemen agama, udah berapa emangnya?
Budget buat beli hairspray Ibu Ani Yudhoyono, berapa?
Ngok.
Kids and/or teenagers aren’t supposed to be pressured to be perfect, especially by adults.
Adults can’t really tell them what to do because they’re all individuals with different ways of thinking.
Adults can only tell them about the risks in every action because adults are expected to know better because they were once kids/teenagers.
Why can’t we just accept the fact that people are going to fuck no matter how hard you try to stop them?
Why can’t we - well, most of us - accept the fact that what one wishes to do with one’s body is none of your business?
Why can’t some people just … get over the whole “adat timur” crap and just stop being so hypocritical?
Saya sih mikir kalo itu ide yang bagus; pembagian kondom dan memberikan sex education di sekolah-sekolah. Hanya karena nantinya akan ada orang-orang yang bakal bawa-bawa kondom kemana-mana trus langsung bakal berhubungan sex ama siapa aja atau apa aja termasuk tiang listrik.
Bok, plisdeh.
Not all of us are as dumb as you are.
So yeah.
What I’m trying to say is, tolong lah … udah 2012 loh ini. Mbok ya otak itu dipake gitu.
Anak lo sekali pun gak bakal bisa lo pantau 24 jam dalam sehari. Yang bisa lo lakuin cuma ngasih tau soal resiko ini - itu dari setiap keputusan yang bakal dia ambil dalam hidupnya — oke, oke … termasuk pendidikan agama deh (demi menyenangkan para kelompok relijius di luar sana).
I don’t have kids yet, but I do have a 15 (going 16) year-old nephew. And personally, I’d feel better about him knowing what sex, condoms and AIDS are at his age rather than shutting him down from reality only to feed him nothing but religious words from the bible. That and a good dose of what “being responsible towards your actions” means.
Demikian.
*bagiin kondom satu-satu*
*rasa Nasi Padang*

